Bahtera Muhammad Adi, Kuliah Sambil Bisnis Konveksi


Jangan pernah takut untuk memulai usaha. Tidak usaha nunggu macam-macam. Hal yang paling penting dalam berbisnis adalah ciptakan brand dengan inovasi yang berbeda dari yang lain. Coba buat usaha yang inovatif, sering juga baca buku bisnis. Dan yang terpenting lagi dari sekedar modal materi adalah modal relasi atau partner.

Modal Nol Rupiah, Andalkan Jaringan Antarteman
Oleh Siti Nurjanah Wartawan Jawa Pos (2013)

Sempat dilarang oleh orang tuanya berwirausaha tak membuat Bahtera Muhammad Adi hilang asa. Berkat kegigihannya, kini sejumlah bisnis dilakoninya di sela kuliah di jurusan Pendidikan Matematika Universitas Negeri Semarang (UNNES) angkatan 2009.

Cowok yang suka desain grafis itu mengaku merintis usaha konveksi sejak 2012. Saat itu, Bahtera mengaku tidak punya modal materi apapun untuk memulai usaha. "Bisa dikatakan modal usaha konveksi saya waktu itu nol rupiah," tutur mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Negeri Semarang 2009 itu kepada Radar Semarang.

Konveksi Semarang Clothink diliput dalam koran Jawa Pos

Saat itu, modal Bahtera hanya kemampuan dalam desain grafis, serta kemampuan membentuk jaringan bisnis dan jaringan pertemanan. Ia hanya membuat jasa desain, selebihnya bekerja sama dengan perusahaan konveksi yang ada di Semarang di awal merintis usaha.

Pada Oktober 2012, Bahtera membuat inovasi brand baru dengan nama Clothink. "Saya pilih brand Clothink bukan Clothing. Clothink mempunyai makna, kita semestinya memadukan konsep berpikir (think) dan bekerja dalam bisnis. Kita perlu melakukan proses berpikir untuk menciptakan inovasi-inovasi baru dalam proses bisnis yang kita lakukan," jelas cowok kelahiran Semarang 5 Juni 1991 ini.

Untuk usaha konveksi ini ada tiga jenis, yakni Clothink yang ditargetkan untuk konsumen umum, dan tidak hanya kalangan mahasiswa. Jenis ini menerima pesanan baik satuan maupun grosir. Untuk pemasarannya masih mengandalkan jaringan online. Untuk jenis yang kedua ada Al-Qassam Muslim Wear, ini untuk distro kaos muslim. Untuk yang terakhir ada Tjah Mat, distro khusus kaos-kaos dengan desain Matematika.

Untuk menjalankan roda bisnisnya, Bahtera dibantu dua rekannya, yakni Irvan Zidny, mahasiswa teknik Sipil Universitas Diponegoro 2009 dan Shabrina Putri, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris 2010 Universitas PGRI Semarang. Ketiganya asli Semarang. Posisi Bahtera sebagai leader, sedangkan kedua temannya sebagai asisten.

Saat merintis usaha, Bahtera mengaku harus mengalami jatuh bangun. Termasuk dalam menjaga kesolidan tim. "Bahkan untuk dua bulan awal, kami bertiga masih susah untuk sering kumpul bareng. Pernah juga ada pelanggan yang tidak menguntungkan, karena banyak komplain akhirnya sedikit demi sedikit keuntungan berkurang dan hanya tinggal sedikit untungnya," tuturnya sambil tersenyum.

Bahtera juga menceritakan, pada awalnya orang tua kurang setuju dengan bisnis yang dilakoninya karena khawatir mengganggu waktu kuliah. Apalagi saat merintis usaha, Bahtera kerap wira-wiri ke luar kota untuk mengurus bisnisnya. Orang tuanya berpikir toh ke depannya Bahtera akan menjadi seorang guru sesuai jurusan kuliahnya, jadi tidak perlu berwirausaha. Tapi seiring berjalannya waktu, akhirnya orang tuanya mengizinkan setelah melihat hasil bisnisnya.

Rubrik Radar Semarang "Inspiratif dan Beda" pada tanggal 10 Agustus 2013

Ditanya omzet sebulan, Bahtera menyebut rata-rata Rp 7 juta - Rp 10 juta. Namun saat Ramadan lalu bisa mencapai Rp 14 juta - Rp 20 juta. Kebanyakan omzet didapat dari pesanan jaket organisasi. "Untuk saat ini kami memang belum mempunyai pabrik konveksi sendiri. Kami masih bekerja sama dengan konveksi yang ada di Klaten dan Garut, karena hasilnya lebih bagus daripada yang ada di Semarang," katanya.

Dari hasil bisnisnya itu, Bahtera kini sudah mempunya penghasilan sendiri dan tak lagi bergantung kepada orang tua. "Alhamdulillah uang jajan dan uang kuliah sudah tidak minta orang tua lagi sejak awal 2012," tutur anak kedua dari 4 bersaudara ini.

Untuk ke depan, dia berharap Clothink menjadi perusahaan konveksi besar. Ia juga bermimpi Think Corp yang dikelolanya semakin melebarkan sayapnya di banyak cabang usaha. Saat ini, Think Corp sudah memiliki usaha konveksi, percetakan, dan jasa desain. Ia juga berharap bisa menjadi sponsor untuk organisasi-organisasi kampus yang mengadakan kegiatan positif.

"Jangan pernah takut untuk memulai usaha. Tidak usaha nunggu macam-macam. Hal yang paling penting dalam berbisnis adalah ciptakan brand dengan inovasi yang berbeda dari yang lain. Coba buat usaha yang inovatif, sering juga baca buku bisnis. Dan yang terpenting lagi dari sekedar modal materi adalah modal relasi atau partner," tuturnya berbagi tips sukses.


Ingin sharing, ngobrol, atau diskusi dengan mas Bahtera?
Chat Via WhatsApp Sekarang